Ads 468x60px

Featured Posts

  • Guru Teupa

    Wahyu Affandi Suradinata. Mulai mencoba mengoleksi dan membuatnya sejak 1995 setelah mencari dan mendatangi para pemilik dan penyimpan Kujang kuno di daerah Sukabumi, Banten, Bogor, ....

  • Bentuk Kujang

    Membuat berbagai macam bentuk dan jenis Kujang sesuai dengan yang pernah ditemukan dan yang tertulis dalam naskah Kang Anis, tentang Kujang...

  • Jenis Kujang

    Dalam Pantun Bogor sebagaimana dituturkan oleh Anis Djatisunda (996-2000), kujang memiliki beragam fungsi dan bentuk. Berdasarkan fungsi, kujang terbagi empat antara lain...

  • Di tempa

    Sang empu kujang Wahyu Affandi Suradinata melebur besi dan baja untuk dijadikan kujang, senjata tajam tradisional khas Tanah Pasundan....

Jumat, 01 November 2013

Pantun Bogor

Pantun dalam bahasa Sunda = Carita Pararaton =  Cerita raja-raja.
Pantun Bogor = Cerita Raja-raja khas Bogor.
Pantun Bogor asal mulanya adalah PANTUN PAJAJARAN,  karena ham pir seluruh episode cerita bermuatan kisah-kisah terakhir dari Keluar-ga Besar Kerajaan Pajajaran yang syarat dengan kepahlawanan dan se nandung derita,  karena  intervensi, intimidasi, bahkan embargo ekono mi Banten yg didukung Cirebon + Demak.

Senin, 28 Oktober 2013

Riung Mungpulung Bersama Dahlan Iskan

Masyarakat Jawa Barat dari daerah Bogor, Depok, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Bekasi dan Bandung tumplek di Ballroom Hotel Brajamustika, Bogor. Mereka berkumpul dalam acara riung mungpulung warga Jabar bersama Dahlan Iskan. Acara itu juga merupakan Deklarasi Jajaran Dahlan Iskan (JaDi).

Selasa, 03 September 2013

Kujang Badak

Kujang badak dipergunakan oleh para Pangwereg, Pamatang, Panglongok, Palayang, Pangwelah, Baresan, Parajurit, Paratutup, Sarawarsa, dan Kokolot.

Kujang Bangkong

Jenis kujang bangkong dipergunakan atau dibawa oleh Guru Sekar, Guru Tangtu, Guru Alas, dan Guru Cucuk.

Kujang Naga

Jenis kujang naga dipergunakan oleh para Kanduru, Para Jaro (Jaro Awara, Jaro Tangtu, dan Jaro Gambangan).



Kujang Jago

 
 Kujang jago, hanya boleh dimiliki oleh orang yang mempunyai status setingkat Bupati, Lugulu, dan Sambilan